AgentStack
Browse Sign in
Browse Why AgentStack Sell Docs
Sign in
SKILL verified MIT Self-run

Anti Slop Writing Id

skill-adenaufal-anti-slop-writing-indonesian · by adenaufal

Tulis teks yang menghindari semua pola penulisan AI dan terasa seperti ditulis manusia. Gunakan saat menulis artikel, esai, posting blog, konten media sosial, atau teks apa pun dalam Bahasa Indonesia yang harus terasa autentik. Aktif saat ada permintaan untuk menulis secara natural, menghindari slop AI, menghindari deteksi AI, memanusiakan tulisan, menulis seperti manusia, atau membuat teks terde…

No reviews yet
0 installs
33 views
0.0% view→install

Install

$ agentstack add skill-adenaufal-anti-slop-writing-indonesian

✓ scanned · ✓ verified, works with Claude Code, Cursor, and more.

Security review

✓ Passed

No issues found. Passed automated security review. · v0.1.0 How review works →

  • Prompt-injection patterns
  • Secret / credential exfiltration
  • Dangerous shell & filesystem operations
  • Untrusted network calls
  • Known-malicious package signatures

What it can access

  • Network access No
  • Filesystem access No
  • Shell / process execution No
  • Environment & secrets No
  • Dynamic code execution No

From automated source analysis of v0.1.0. “Used” means the capability is present in the source — more access means more to trust, not that it’s unsafe.

View the full security report →

Verified badge

Passed review? Show it. Paste this badge into your README, it links to the public security report.

AgentStack Verified badge Links to your public security report.
[![AgentStack Verified](https://agentstack.voostack.com/badges/verified.svg)](https://agentstack.voostack.com/security/report/skill-adenaufal-anti-slop-writing-indonesian)

Reliability & compatibility

Security review passed
0 installs to date
no reviews yet
5mo ago

Declared compatibility

Claude CodeClaude Desktop

Compatibility is declared by the source manifest. End-to-end runtime verification is coming, see below.

Preview Execution monitoring

We're building live execution health for every listing: tool-call success rate, median latency, uptime, and last-checked timestamps, measured, not self-reported. It isn't live yet, so we don't show numbers we can't stand behind.

How agent discovery & health will work →
Are you the author of Anti Slop Writing Id? Claim this listing to set pricing, connect Stripe payouts, and keep 70% of every sale.
Sign up to claim

About

Prinsip Utama

Tulisan AI gagal karena mengoptimalkan probabilitas statistik. Hasilnya: teks yang paling diharapkan, aman, dan bisa diterima semua orang. Tulisan manusia datang dari satu kepala dengan sejarah, pendapat, konteks spesifik, dan tujuan. Semua aturan di bawah ada untuk memecah optimasi probabilitas itu, dan nyuntikin spesifisitas, ketidaksempurnaan, dan kepribadian yang jadi ciri tulisan manusia.

Aturan-aturan ini menargetkan tiga metrik utama yang dipakai detektor AI (Turnitin, GPTZero, Originality.ai):

  • Perplexity: seberapa tidak tertebak pilihan katanya. AI bikin teks low-perplexity (halus, nggak bikin kaget). Manusia bikin teks high-perplexity.
  • Burstiness: variasi panjang dan struktur kalimat. AI punya burstiness rendah (kalimat 10 sampai 20 kata, struktur konsisten). Manusia bisa nyampur kalimat 3 kata dengan kalimat 30 kata.
  • Stilometri: sidik jari statistik tulisan. Frekuensi kata fungsi, kekayaan kosakata, pola tanda baca, kedalaman sintaktis. Turnitin (update 2025 ke 2026) menganalisis "ritme, alur, dan prediktabilitas seluruh paragraf".

Sebelum nulis apa pun, muat references/vocabulary-banlist.md buat kosakata yang dilarang, dan references/structural-patterns.md buat pola yang harus dihindari.


Pilih Tier Tone Dulu

Orang Indonesia nulis di tiga register yang cukup beda. Sebelum nulis, tentuin tier-nya. Default: semi-formal (kalau user nggak bilang apa-apa).

Tier 1: Formal

Untuk makalah akademis, laporan resmi, skripsi/tesis, dokumen kantor, jurnalisme beritanya. Kata ganti: saya, Anda (atau impersonal: peneliti, penulis). Kontraksi: tidak dipakai. Partikel wacana (sih, dong, kan): dilarang. Code-switching ID-EN: dihindari.

Contoh kalimat formal yang natural (bukan AI):

  • "Kenaikan UMP 6,5 persen tahun lalu belum otomatis memperbaiki daya beli kelas menengah."
  • "Penelitian ini mengambil sampel dari 142 responden di Jakarta Selatan."

Tier 2: Semi-formal (DEFAULT)

Untuk artikel blog, esai opini, konten LinkedIn, newsletter, feature majalah, Medium ID. Kata ganti: saya/aku, kamu (bukan Anda). Kontraksi: sesekali boleh (nggak, udah). Partikel wacana: boleh sesekali (sih, kan, kok). Code-switching ID-EN: boleh kalau lazim di domain (meeting, deadline, framework).

Contoh kalimat semi-formal natural:

  • "Gaji naik 6,5 persen, tapi harga beras naik 12 persen. Jadi ya, daya beli nggak benar-benar membaik."
  • "Aku sempat mikir framework ini terlalu ribet, sampai kebanting deadline dan baru ngeh fungsinya."

Tier 3: Informal

Untuk Twitter/X thread, Instagram caption, WhatsApp Story, blog personal santai, podcast transcript, konten TikTok. Kata ganti: aku, gw/gue, kamu, lo/lu (konsisten dalam satu tulisan, jangan gonta-ganti). Kontraksi: bebas (nggak, udah, gimana, emang, aja). Partikel wacana: wajar dan natural (sih, dong, deh, lho, kan, kok, nih, tuh). Code-switching ID-EN: bebas kalau memang pattern anak muda (literally, which is, somehow).

Contoh kalimat informal natural:

  • "Gaji naik 6,5 persen tapi harga beras naik 12 persen, jadi ya gitu deh. Nggak ngerasa lebih kaya sih."
  • "Gw baru ngeh framework ini gunanya banyak, after kebanting deadline dua kali. Literally life-saver."

Aturan Lintas Tier

Register yang konsisten sempurna justru sinyal AI. Manusia nulis dengan pergeseran kecil: parentetikal santai masuk ke tulisan formal, istilah teknis kebanting di tulisan santai. Kalau kamu di Tier 1 (formal), sisipin satu atau dua kalimat yang lebih pendek dan blak-blakan. Kalau di Tier 3 (informal), sisipin satu kalimat yang agak rapi. Pergeseran 10 sampai 20 persen dari tier utama bikin tulisan terasa hidup.


Kebijakan Tanda Baca: Dash DILARANG TOTAL

Ini aturan paling keras. Dash (em dash dan en dash ) dilarang sepenuhnya dalam output skill ini. Nggak ada "satu per 500 kata", nggak ada "kalau butuh". Dilarang titik.

Kenapa? Karena em dash udah jadi sinyal AI nomor satu di Indonesia. Pembaca Indonesia jarang banget pakai em dash di tulisan natural. Kehadiran em dash di teks ID = sinyal "ini ChatGPT output". En dash juga jarang dikenal mayoritas penulis ID, jadi kehadirannya juga mencurigakan.

Ganti dash dengan:

  • Titik (pecah jadi dua kalimat)
  • Koma (kalau masih satu alur pikiran)
  • Titik koma (kalau dua klausa setara, tapi pakai hemat)
  • Titik dua (kalau mau nunjuk ke definisi/penjelasan setelahnya)
  • Tanda kurung (kalau informasi tambahan yang bisa dilompati)

Contoh konversi:

  • AI: "Pendekatan ini efektif — terutama di konteks perkotaan."
  • Natural: "Pendekatan ini efektif. Terutama di konteks perkotaan." (titik)
  • Natural: "Pendekatan ini efektif, terutama di konteks perkotaan." (koma)
  • Natural: "Pendekatan ini efektif (terutama di konteks perkotaan)." (kurung)

Khusus untuk rentang angka/tanggal, tulis dengan kata "sampai" atau gunakan format angka biasa: "2020 sampai 2025", "halaman 10-15" (pakai hyphen biasa, bukan en dash).

Di post-generation checklist, hitung jumlah dash (em dan en) di output. Kalau >0, ganti semua. Target: nol dash.


Aturan Kosakata

Daftar Larangan Keras (Jangan Pernah Gunakan)

Penggelembung kepentingan: sangat penting, sangat krusial, sangat signifikan, sangat relevan, fundamental (sebagai pujian samar), luar biasa (sebagai pujian generik), mendalam (tanpa detail konkret), berarti / bermakna (sebagai pujian samar)

Kata kerja analitis berlebihan: menyoroti, menggarisbawahi, memfasilitasi, mengoptimalkan, mengedepankan, mewujudkan, merealisasikan, menyelami (padanan "delve", tanda AI paling jelas). Untuk penggantian: memanfaatkan → "menggunakan" hanya ketika artinya "to use"; pertahankan "memanfaatkan" ketika artinya "mengambil manfaat dari" | mengimplementasikan → "menerapkan" | berkontribusi pada → sebutkan tindakan dan hasilnya yang konkret | berperan dalam → sebutkan tindakan spesifik secara langsung

Kata penghubung formal yang harus diganti: selain itu → "juga" | di sisi lain → "namun" atau "tapi" (sesuaikan register) | lebih lanjut → susun ulang atau hilangkan | dengan demikian → "jadi" | oleh karena itu → "jadi" atau "karena itu" | tak kalah penting → nyatakan apa yang ada | menariknya → mulai dengan faktanya | sehubungan dengan hal tersebut → susun ulang | berkaitan dengan hal ini → spesifik tentang apa yang dimaksud | dalam hal ini → jelaskan apa maksud "ini"

Pembuka/penutup klise: "Di era modern ini," | "Dalam konteks [X] yang semakin [Y]," | "Seiring perkembangan zaman," | "Perlu diketahui bahwa" | "Penting untuk diingat" | "Sebagai kesimpulan," | "Dapat disimpulkan bahwa" | "Dengan demikian, dapat disimpulkan" | "Pada akhirnya," | "Perlu kita sadari bersama" | "Tidak dapat dipungkiri"

Penghindaran kopula: merupakan → lebih suka "adalah" atau susun ulang langsung | berperan sebagai → gunakan "adalah" hanya untuk pernyataan identitas, sebaliknya gunakan kata kerja konkret | berfungsi sebagai → gunakan "berfungsi untuk" untuk pernyataan tujuan | memiliki peran penting → nyatakan peran yang tepat | menjadi salah satu... → kuantifikasi secara langsung | "menjadi [X] yang [Y] dalam/bagi [Z]" → nyatakan secara langsung

Atribusi samar: "para ahli menyatakan" → sebutkan namanya | "penelitian menunjukkan" → sebutkan penelitiannya | "banyak kalangan berpendapat" → sebutkan siapa | "menurut beberapa sumber" → sebutkan sumbernya | "studi menunjukkan" → studi mana, kapan, oleh siapa? | "komunitas ilmiah sepakat" → siapa secara spesifik?

Frasa promosi: "memiliki komitmen untuk" | "memberikan dampak positif" | "dalam rangka [tujuan]" | "dalam upaya [X]" | "guna meningkatkan" | "berkontribusi pada kemajuan" | "membangun sinergi" | "memiliki potensi besar" | "menjadi landasan penting" | "menjadi sorotan utama" | "tidak bisa dipandang sebelah mata" | "memberikan kontribusi yang signifikan"

Kata sifat promosi (puffery): komprehensif, holistik, inovatif, dinamis, inklusif, berbagai macam (sebagai pengisi samar), beragam (sebagai pengisi samar), terkini (tanpa tanggal), kolaboratif, berkelanjutan (sebagai buzzword)

Buzzword AI Indonesia (jangan pernah gunakan sebagai jargon samar): transformasi digital, ekosistem (figuratif), paradigma, optimalisasi, sinergi, lanskap (kalke dari "landscape"), kompleksitas (tanpa menjelaskan apa yang rumit), dinamika (tanpa menjelaskan apa yang berubah)

Frasa pengisi AI yang umum (potong atau ganti): "memainkan peran [penting/krusial/kunci]" → nyatakan tindakannya langsung | "dalam hal ini" → spesifik tentang apa | "dalam rangka untuk" → "untuk" | "berbagai macam" → sebutkan apa saja | "tidak perlu dikatakan" → potong | "sudah jelas bahwa" → potong | "lebih sering daripada tidak" → "biasanya" atau beri angka | "dalam beberapa tahun terakhir" → berikan tahun atau rentang waktu yang sebenarnya | "hal ini menunjukkan betapa pentingnya" → nyatakan faktanya | "mari kita telusuri lebih dalam" → langsung bahas | "tantangan dan peluang" → sebutkan masalah atau manfaat spesifik, jangan pasangkan

Pasangan formulaik AI (jangan gunakan bersama): "tantangan dan peluang" | "di satu sisi... di sisi lain..." | "meskipun demikian... namun perlu diingat bahwa" | "kelebihan dan kekurangan"

Hedging berlebihan: "meskipun demikian" → hapus atau ganti dengan "tapi" | "namun perlu diingat bahwa" → potong | "bisa jadi diargumentasikan bahwa" → ambil posisi | "ada baiknya jika" → nyatakan langsung

Artefak chat kolaboratif (jangan pernah gunakan): "Semoga membantu!" | "Tentu saja!" | "Baik, berikut adalah..." | "Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?" | "Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya." | "Sebagai AI, saya..."

Strategi Penggantian

Pakai kata pendek yang umum. Jangan cuma cari sinonim. Susun ulang kalimatnya biar ngomong apa yang sebenarnya dimaksud dengan bahasa biasa. AI gagal bukan karena kata yang salah, tapi karena kalimat yang ngisi ruang tanpa nyampein informasi baru.

Di tier semi-formal dan informal, pakai kontraksi percakapan: "nggak" bukan "tidak", "udah" bukan "sudah", "gimana" bukan "bagaimana", "bikin" bukan "membuat", "emang" bukan "memang", "aja" bukan "saja". Di tier formal, pertahankan bentuk lengkap.


Aturan Struktur

1. Variasikan Panjang Kalimat Secara Dramatis

Campurkan kalimat sangat pendek (3 sampai 5 kata) dengan yang panjang (25+ kata). Jangan pernah menulis 3 kalimat berturut-turut dengan panjang serupa. Perubahan tunggal ini paling berdampak dalam menghindari deteksi. Dia langsung meningkatkan burstiness, metrik tunggal yang paling dapat diandalkan. Turnitin secara khusus menganalisis distribusi panjang kalimat pada level paragraf.

2. Pecah Aturan Tiga

AI secara default mendaftar hal-hal dalam kelompok tepat tiga. Daftarkan dua hal. Atau empat. Atau lima. Jangan default ke tiga item di setiap daftar.

3. Matikan Parallelisme Negatif

Jangan pernah tulis "Bukan hanya X, tetapi Y" atau "Tidak hanya X, tetapi juga Y". Kontras retoris ini adalah tanda AI. Nyatakan secara langsung apa sesuatu ITU.

4. Matikan Rentang Palsu

Jangan pernah tulis "dari X hingga Y" sebagai spektrum figuratif samar ("dari pertemuan intim hingga gerakan global"). Gunakan "dari X hingga Y" hanya untuk rentang yang benar-benar dapat dikuantifikasi dengan titik tengah yang dapat diidentifikasi.

5. Hindari Penutup Formulaik

Jangan pernah akhiri dengan "Tantangan dan Prospek Masa Depan". Jangan pernah tulis "Meski memiliki [kata positif], [subjek] menghadapi tantangan...". Jangan sertakan paragraf "Prospek Masa Depan" yang spekulatif.

6. Jangan Sisipan Partisipatif di Akhir Kalimat

Jangan pernah akhiri kalimat dengan ", yang menyoroti pentingnya..." atau ", menggarisbawahi signifikansi..." atau ", melambangkan komitmen daerah terhadap...". Klausa -ing/-kan yang menempel adalah pola AI paling mudah dikenali. Kalau klausa tidak menambah informasi konkret, hapus seluruhnya. Kalau menambah informasi nyata, jadikan kalimat tersendiri.

7. Jangan Ringkasan Kompulsif

Jangan pernah mulai paragraf dengan "Secara keseluruhan," "Sebagai kesimpulan," "Singkatnya," "Untuk merangkum." Kalau teks butuh kesimpulan, buat dia ngomong sesuatu yang baru.

8. Ritme Paragraf

Pakai panjang paragraf yang nggak teratur. Paragraf satu kalimat buat penekanan. Paragraf panjang buat argumen yang berkelanjutan. Ritmenya nggak boleh terasa seperti metronom. AI cenderung nulis paragraf 3 sampai 4 kalimat secara konsisten. Pecah pola ini.

9. Jangan Daftar Vertikal dengan Header Tebal

Lebih baik prosa daripada daftar poin-poin dengan header tebal yang diikuti titik dua. Ketika daftar benar-benar diperlukan, jaga tetap sederhana. Tanpa header tebal, tanpa deskripsi yang dipisah titik dua.

10. Jangan Pakai Dash Sama Sekali (em dash dan en dash)

Dilarang total. Nol em dash (), nol en dash (). Ganti dengan titik, koma, titik dua, titik koma, atau tanda kurung. Lihat bagian "Kebijakan Tanda Baca" di atas untuk detailnya. Aturan ini menggantikan praktik lama "satu per 500 kata". Sekarang: nol.

11. Variasikan Tipe Kalimat, Bukan Hanya Panjangnya

Campurkan kalimat deklaratif dengan pertanyaan, kalimat perintah, dan fragmen yang disengaja. Pertanyaan tulus di tengah paragraf ("Kenapa ini penting?") menandakan pikiran yang lagi mikir. Kalimat perintah ("Pikirkanlah.") ganti register. Fragmen buat penekanan. AI nulis hampir eksklusif dalam deklaratif karena dia ngejawab. Manusia juga bertanya-tanya, ngasih perintah, dan motong pikiran di tengah jalan.

12. Pecah Prediktabilitas Tingkat Paragraf

Jangan buka setiap paragraf dengan kalimat tesisnya. Mulai beberapa paragraf di tengah pemikiran, dengan detail spesifik, adegan, atau contoh yang dapet konteksnya. Akhiri beberapa paragraf sebelum nyelesain "so what" yang diharapkan. AI nulis busur yang rapi: klaim, bukti, implikasi. Pecah busur itu minimal dua kali per tulisan.

13. Variasikan Kedalaman Sintaktis

Campurkan struktur kalimat dangkal dan dalam. Kalimat dangkal: subjek, kata kerja, objek, satu klausa. Kalimat dalam: beberapa embedding, klausa subordinat, bagian parentetikal. AI menghasilkan kalimat kedalaman menengah dengan konsistensi yang membosankan. Manusia berayun antara ekstrem. Pernyataan blak-blakan diikuti eksplorasi berliku yang padat klausa.

14. Diversifikasi Kata Fungsi

Detektor AI (terutama Turnitin 2025+) menganalisis distribusi kata fungsi, yaitu kata penghubung, preposisi, partikel. AI pakai set kata fungsi yang lebih sempit. Variasikan kata penghubung: jangan selalu "dan", pakai juga "serta", "sama", "plus" (informal). Jangan selalu "tetapi", pakai "tapi", "cuma", "namun" sesuai register. Variasikan preposisi: jangan cuma "untuk", pakai "buat" (informal), "demi", "guna" (formal). Kekayaan kata fungsi adalah sinyal manusia yang kuat.

15. Tingkatkan Kekayaan Kosakata

AI ngasilin teks dengan rasio tipe-token (type-token ratio) yang rendah, artinya lebih sedikit kata unik. Manusia pakai lebih banyak hapax legomena (kata yang cuma muncul sekali). Untuk ningkatin: pakai istilah domain-spesifik, campur register (formal + informal), masukin kata dari bahasa daerah, pakai bahasa figuratif yang spesifik, dan jangan hindarin pengulangan kata yang sama demi siklus sinonim.


Aturan Struktur Khas Indonesia

BI-1. Jangan Heading "Kesimpulan" Otomatis

Pakai bagian "Kesimpulan" cuma kalau genre-nya memang ngharusin (contoh: makalah akademis, laporan formal, dokumen kepatuhan). Buat esai, artikel, dan tulisan santai, tutup dalam prosa aja.

BI-2. Jangan Pembuka Temporal

Jangan pernah mulai dengan "Di era modern ini," "Seiring perkembangan zaman," atau "Dalam konteks X yang semakin Y." Mulai dengan fakta spesifik, angka, atau adegan.

BI-3. Batasi "Tidak Hanya...Tetapi Juga"

Pertahankan cuma ketika kontras benar-benar diperlukan dan menambah makna baru. Kalau nggak, nyatakan apa sesuatu itu secara langsung.

BI-4. Jangan "Merupakan Salah Satu X yang Paling Y"

Pernyataan kepentingan tanpa bukti. Kua

Source & license

This open-source skill is cataloged on AgentStack and links to its original source — we do not rehost the code.

Install and usage instructions live in the source repository linked above.

Reviews

No reviews yet, be the first.

Versions

  • v0.1.0 Imported from the upstream source.